• SMK CORDOVA MARGOYOSO
  • Multimedia, Farmasi ,Teknik Bisnis Sepeda Motor dan Kimia Industri

SEJARAH PERKEMBANGAN FARMASI DALAM ISLAM

Peradaban Islam dikenal karena perkembangan ilmu pengetahuan, salah satunya adalah farmasi. Ilmu tentang obat-obatan ini menjadi acuan perkembangan kedokteran di Berbagai peradaban. Dengan menguasai tradisi farmasi dan kedokteran, kesehatan masyarakat menjadi lebih baik. Banyak orang terlindungi dari serangan penyakit dan ancaman kesehatan. Islam merupakan peradaban yang sangat memperhatikan perkembangan farmasi.(REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA ,2018)

Menurut Abu Al-Wafar Abdul Akhir, sejarah farmasi Islam terbagi dalam empat fase, yaitu:

Fase pertama adalah hasil kerja keras pakar kimia Muslim, sekaligus perintis ilmu farmasi Jabir bin Ibnu Hayyan (720 M-815 M).

Fase kedua, ilmu farmasi dikembangkan oleh Yuhanna Ibnu Masawayh (777-857 M), Al-Kindi (809-873), Sabur Ibnu Sahl (Wafat 869 M), Abu Hasan Ali bin Shal Rabani AtTabari (838-870 M), dan Zakariya Ar-Razi (864 M-930 M).

Fase ketiga, ilmu kedokteran dan farmasi melalui tangan Al-Zahrawi (936-1013), Ibnu Sina (980-1037 M), Abu Raihan Muhammad Al-Biruni (973-1050 M), Ibnu Aldan Abu Ja’far Al-Ghafiqi (Wafat 1165 M) 

Fase keempat, para ilmuwan farmasi Muslim mulai memperluas studi mereka mulai memperluas studi mereka lewat perindustrian di bidang farmasi. Hasil akhir dari studi tersebut adalah seni menyajikan obat-obatan. Empat dari dari mereka adalah Ibnu Zuhr (1091-1131 M, Ibnu Thufayl (1112-1186 M, Ibnu Rusyd (1128-1198 M), dan Ibnu Al-Baythar (11971248 M).

Fase keempat ini merupakan fase kebangkitan ilmuwan Muslim era kekhalifaan yang terakhir. Setelah fase ini, umat Islam mengamai kemunduran drastis.

Eksistensi ilmu farmasi tidak bisa dilepaskan dari kejayaan peradaban Islam di masa dinasti Abbasiyyah yang melakukan gerakan penerjemahan secara besar-besaran. salah satu karya penting yang diterjemahkan pada waktu itu, adalah De Material Medica karya Dioscorides. Selain itu, para ilmuwan muslim juga melakukan transfer pengetahuan tentang obat-obatan dari berbagai naskah yang berasal dari Yunani, China, Persia. Pada abad ke-7 sampai ke-17, para ilmuwan muslim secara khusus memberi perhatian khusus untuk melakukan investigasi atau pencarian, terhadap beragam produk alam yang dapat digunakan sebagai obat-obatan. Apa yang dilakukan oleh para ilmuwan muslim ini adalah bentuk dari manifestasi dari sabda Rasulullah SAW, “Bahwa setiap penyakit pasti ada obatnya”.

Sabda Rasulullah SAW yang begitu populer di kalangan umat Islam itu, nampaknya memicu para ilmuwan muslim di era kekhalifahan Abbasiyah, untuk berlomba-lomba meracik dan menciptakan bermacam obat-obatan. Pencapaian umat Islam yang begitu gemilang dalam bidang kedokteran dan kesehatan, tidak bisa dilepaskan dari kejayaan Islam dalam bidang farmasi.

Peradaban Islam adalah peradaban yang telah merintis bidang farmasi, serta menjadikan farmasi tetap bertahan sampai sekarang. Banyak para ilmuwan muslim di era kejayaan Islam, sudah berhasil menguasai riset ilmiah mengenai komposisi, dosis, penggunaan, dan efek dari obat-obatan sederhana dan campuran. Seperti adas manis, kayu manis, cengkeh, sulfur, merkuri dan lain sebagainya.

Selain menguasai bidang farmasi, masyarakat muslim tercatat sebagai peradaban pertama yang mempunyai apotek dan toko obat. Apotek pertama yang ada di dunia berdiri di kota Baghdad pada tahun 754 M, dimana pada waktu itu Baghdad menjadi pusat pemerintahan dinasti Abbasiyah sekaligus pusat peradaban dunia. Hal ini menepis anggapan bahwa apotek dan ilmu farmasi berasal dari Barat, tetapi kenyataannya apotek di barat baru ada sekitar tahun 1400 M atau akhir abad ke-14 M.

Masa perkembangan farmasi pada kejayaan Islam ini melahirkan tokoh-tokoh muslim yang berperan penting dalam ilmu kedokteran dan farmasi. Hal ini tergambar dalam kitab-kitab yang dihasilkan oleh para ilmuwan muslim seperti Jabir Ibnu Hayyan yang mengarang kitab yang berjudul al-Khama’ir (Fermentasi), al-Khawash al-Kabir (buku besar tentang sifat kimiawi).

Banyak tokoh-tokoh besar Islam, yang mempunyai andil besar dalam kemajuan bidang farmasi. Diantaranya adalah Muhammad Ibnu Zakariya al-Razi yang mengembangkan obat-obatan, Abu al-Qosim al-Zahrawi yang merintis tentang distiliasi dan sublimasi, al-Biruni yang menulis buku tentang farmakologi yang bernama al-Saydalah (kitab tentang obat-obatan) dan berbagai ilmuwan muslim lainnya yang menekuni bidang farmasi.

Perkembangan farmasi menurut Abu al-Wafar Abdul Akhir ada empat fase. Fase pertama yaitu antara tahun 720 – 776 M, fase kedua terjadi antara tahun 777-930 M, fase ketiga berlangsung diantara tahun 936-1165 M, adapun fase ke-4 terjadi direntang tahun 1095-1248 M. pada setiap fase ini lah, muncul ulama-ulama besar Islam yang menekuni dunia farmasi dan melakukan ijtihad dalam bidang farmasi. Sehingga pada setiap fase ini, muncul sesuatu yang baru dan memiliki karakteristik sendiri-sendiri. Dengan majunya bidang farmasi pada masa kejayaan Islam, toko obat-obatan atau apotek mulai menjamur seperti jamur yang tumbuh di musim hujan. Toko obat tidak hanya menjamur di kota Baghdad yang menjadi kota metropolis dunia, tetapi juga di kota-kota Islam lainnya. Bahkan para ahli farmasi pada waktu itu sudah mempunyai apotek sendiri-sendiri. Mereka memanfaatkan keahliannya untuk meracik berbagai obat-obatan dan kemudian menyimpannya di toko obat miliknya. Islam dan peradabannya mendominasi bidang farmasi sampai abad ke-17 M. setelah era kejayaan Islam memudar, ilmu meracik dan membuat obat-obatan di kuasai oleh dunia Barat yang telah bangkit dari masa kegelapannya.

Kebangkitan barat berhasil menguasai berbagai bidang diantaranya adalah farmasi, mereka menerjemahkan kitab-kitab berbahasa arab karya para ilmuwan muslim, ke dalam bahasa-bahasa yang ada di Eropa. Tidak mengherankan, jika industri farmasi dunia kini berada dalam genggaman Barat selain itu, bukti bahwa peradaban Islam mempunyai peran dalam kebangkitan peradaban Barat, khususnya dalam bidang farmasi adalah kembalinya minat terhadap pengobatan natural, yang begitu popular dalam pendidikan kesehatan saat ini. Dimana pengobatan-pengobatan natural ini, sudah tertulis di berbagai literature arab puluhan abad yang lalu (Hasan, 2018) 

 

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Tokoh tokoh Farmasi Islam (5)

Al-Zahrawi Nama lengkap Abu al-Qosim Khalaf Ibnu Abbas Al- Zahrawi. Ia lahir pada tahun 936 di Kota Al-Zahra, Spanyol dan meninggal pada tahun 1013 M. Di Kota Cordoba dia menimbah ilmu,

17/01/2022 12:18 - Oleh Administrator - Dilihat 411 kali
Tokoh-tokoh Farmasi Islam (4)

Ar-Razi Nama Lengkapnya adalah Abu Bakar Muhammad bin Zakariya Ar-Razi. Dilahirkan di Provinsi Rayy, dekat Teheran, Iran pada tahun 854 M dan wafat pada tahun 923 M pada kota yang sama.

16/01/2022 16:27 - Oleh Administrator - Dilihat 414 kali
Tokoh Tokoh Farmasi Islam (3)

Al-Kindi Al-Kindi dengan nama lengkap Yusuf bin Ishaq Al- Kindi, atau sebutan populernya dan terkenal di Barat dengan nama al-Kindus. Dia dilahirkan di Kuffah pada tahun 809 M dan menin

15/01/2022 03:33 - Oleh Administrator - Dilihat 390 kali
Islam dan Kefarmasian

Ilmu kefarmasian termasuk ilmu yang sangat canggih dan mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang luar biasa. Kecanggihan ilmu ini antara lain dapat dilihat dari cabangnya yang sangat

14/01/2022 06:36 - Oleh Administrator - Dilihat 427 kali
Tokoh Tokoh Farmasi Islam (2)

Yuhanna Ibnu Masawayh Nama lengkapnya Abu Zakariyya Yuhanna Ibnu Masawayh, populer dengan julukan Ibnu Masawayh, namun orang Barat memanggilnya Mesue. Beliau adalah seorang dokter yang

13/01/2022 08:31 - Oleh Administrator - Dilihat 313 kali
Tokoh Tokoh Farmasi Islam (1)

Ilmuwan Muslim yang memberi sumbangan besar terhadap perkembangan farmasi Islam diuraikan sebagai berikut: Jabir Ibnu Hayyan (721-815 M) Tokoh farmasi Islam pada fase pertama adalah Jab

12/01/2022 11:28 - Oleh Administrator - Dilihat 529 kali
Farmasi Dalam Perspektif Islam

Islam adalah agama yang didasarkan pada wahyu, berasal dari Allah SWT dan merupakan agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW untuk menyempurnakan agama yang dibawa oleh para nabi sebelu

11/01/2022 11:44 - Oleh Administrator - Dilihat 499 kali
Adat atau Tradisi dalam Beribadah

Adat atau Tradisi dalam Beribadah   Setiap komunitas selalu mempunyai adat dan tradisi khas sesuai dengan peradaban dan falsafah hidup mereka. Adat dan tradisi tersebut lahir sebag

08/01/2022 07:01 - Oleh Administrator - Dilihat 308 kali
Program Upskilling dan Reskilling Guru SMK Berstandar Industri

Perkembangan teknologi di bidang otomotif melaju dengan sangat signifikan berdampak pada dunia pendidikan khususnya pada program keahlian Teknik Otomotif. Kerjasama pendidikan vokasi

07/10/2021 07:47 - Oleh Administrator - Dilihat 1625 kali
PENUMBUHAN KARAKTER MELALUI SOCIAL EMOTIONAL LEARNING

Kita tahu di era 4.0 ini yang dibutuhkan peserta didik bukan hanya kemampuan akademik yang berbasis konten kurikulum saja. Kebutuhan akan keterampilan yang mampu menjawab tantangan meng

04/10/2021 08:41 - Oleh Administrator - Dilihat 652 kali