• SMK CORDOVA MARGOYOSO
  • Multimedia, Farmasi ,Teknik Bisnis Sepeda Motor dan Kimia Industri

Kriteria Aswaja An-Nahdliyyah

Aswaja (Ahlussunnah wal jama'ah) bagi NU (Nahdlotul Ulama) dipopulerkan dengan sebutan Ahlussunnah Wal Jama'ah An-Nahdliyyah mempunyai ciri khas yang menjadi identitastas watak dan karakteristiknya baik bagi organisasi (jam'iyyah) maupun warganya (Jama'ah).

Karakteristik tersebut bisa di lihat atau di baca secara umum bahwa Kriteria Aswaja bagi NU adalah senantiasa bersifat Wasathiyyah gabungan dari sifat tawassuth, ta’adul, dan tawazun.

Pengertian Sifat Wasathiyyah ini memiliki arti sebagai berikut:

  1. Keadilan di antara dua kezhaliman (عدل بين ظلمين) atau kebenaran di antara dua kebatilan (حق بين باطلين), seperti wasathiyah antara atheisme dan poletheisme. Bagi NU Islam ada di antara atheisme yang mengingkari adanya Tuhan dan poletheisme yang memercayai adanya banyak Tuhan. Artinya, Islam tidak mengambil paham atheisme dan tidak pula paham poletheisme, melainkan paham monotheisme, yakni paham yang memercayai Tuhan Yang Esa.

  2. Pemaduan antara dua hal yang berbeda/berlawanan.
    Contohnya adalah :
    1. wasathiyyah antara rohani dan jasmani yang berarti bahwa Islam bukan hanya memerhatikan aspek rohani saja atau jasmani saja, melainkan memerhatikan keduanya.
    2. Wasathiyyah antara nushûs (teks) dan maqâshid (tujuan). Itu berarti Islam tak hanya fokus pada nushûs saja atau maqâshid saja, melainkan memadukan antara keduanya
    3. menyeimbangkan antara `aql (akal) dan naql (wahyu).
    4. menjaga keseimbangan antara dunia dan akhirat, antara individu dan masyarakat,  antara ilmu dan amal, antara ushul dan furu’, antara sarana (wasilah) dan tujuan (ghayah), antara optimis dan pesimis, dan seterusnya.
  3. Realistis (wâqi’iyyah). Islam adalah agama yang realistis, tidak selalu idealistis.

Dalam jam’iyyah Nahdlatul Ulama watak wasathiyyah tersebut antara lain terjadi dalam hal-hal sebagai berikut:

  1. Melandaskan ajaran Islam kepada Al-Qur’an dan As-sunnah sebagai sumber pokok dan juga kepada sumber-sumber sekunder yang mengacu pada Al-Qur’an dan As-sunnah seperti ijma’ dan qiyas.
  2. Menjadikan ijtihad sebagai otoritas dan aktifitas khusus bagi orang-orang yang memenuhi syarat-syarat tertentu yang tidak mudah untuk dipenuhi. Sedangkan bagi yang tidak memenuhi syarat-syarat ijtihad, tidak ada jalan lain kecuali harus bermazhab dengan mengikuti salah satu dari mazhab-mazhab yang diyakini penisbatannya kepada ashabul madzahib.
  3. Berpegang teguh pada petunjuk Al-Qur’an di dalam melakukan dakwah dan amar makruf nahi mungkar, yaitu dakwah dengan hikmah/kearifan, mau’izhah hasanah, dan mujadalah bil husna.
  4. Nahdlatul Ulama menghukumi NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) dengan Pancasila sebagai dasarnya sebagai sebuah negara yang sah menurut pandangan Islam dan tetap berusaha secara terus menerus melakukan perbaikan sehingga menjadi negara adil makmur berketuhanan Yang Maha Esa
  5. Mengakui keutamaan dan keadilan para shahabat Nabi, mencintai dan menghormati mereka serta menolak dengan keras segala bentuk penghinaan dan pelecehan terhadap mereka apalagi menuduh mereka kafir
  6. Tidak menganggap siapa pun setelah Nabi Muhammad saw sebagai pribadi yang ma’shum (terjaga dari kesalahan dan dosa). 
  7. Perbedaan yang terjadi di kalangan kaum muslimin merupakan salah satu dari fitrah kemanusiaan
  8. Menghindari hal-hal yang menimbulkan permusuhan seperti tuduhan kafir kepada sesama muslim, ahlul qiblah.
  9. Menjaga ukhuwwah imaniyyah-islamiyyah di kalangan kaum muslimin dan ukhuwwah wathaniyyah terhadap para pemeluk agama-agama lain.
  10. Menjaga keseimbangan antara aspek rohani dan jasmani dengan mengembangkan tasawwuf `amali, majelis-majelis dzikir, dan sholawat sebagai sarana taqarrub ilallah (mendekatkan diri kepada Allah swt) di samping mendorong umat Islam agar melakukan kerja keras untuk memenuhi kebutuhan ekonomi mereka

Semoga Bermanfa'at.

Sumber: https://nu.or.id/nasional/ahlussunnah-wal-jamaah-menurut-nu-2WYIW

Komentar

Nu

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Belajar dari Hal-Hal Yang Menarik Tentang Peristiwa Isra' Mi'raj Nabi Muhammad saw

Warga Cordova yang berbahagia... Sebentar lagi kita diingatkan tentang satu peristiwa agung dari sirah nabawiyyah yaitu peristiwa terjadinya Isra' Mi'raj Nabi Muhammad saw dari masjidil

23/02/2022 09:45 - Oleh Administrator - Dilihat 289 kali
Adat atau Tradisi dalam Beribadah

Adat atau Tradisi dalam Beribadah   Setiap komunitas selalu mempunyai adat dan tradisi khas sesuai dengan peradaban dan falsafah hidup mereka. Adat dan tradisi tersebut lahir sebag

08/01/2022 07:01 - Oleh Administrator - Dilihat 308 kali
Etika dan Tata Krama Mau Tidur

Assalamu’alaikum....  Tidur adalah salah satu aktifitas kita untuk mengistirahatkan tubuh dan merefresh badan bahkan jiwa kita. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Tidur di de

20/11/2021 11:00 - Oleh Khoiruddin Farid, S.Pd.I., M.Si - Dilihat 601 kali